Jumat, 28 April 2017

Menikahlah Sebelum Mapan, Agar pasangan dan anak kamu Tahu Arti Sebuah Perjuangan

Banyak pasangan muda yang menunda pernikahan dengan alasan kemapanan. Masih belum mapan dan takut tidak bisa memenuhi kebutuhan pasangan dan anak-anak kita. Padahal Allah akan akan memampukan siapa saja yang dengan penuh keyakinan menjalankan sunnahnya. Bukan kah suatu penghinaan kepada sang Khalik jika kita masih merasa takut jika besok atau lusa tidak menemukan rizki-Nya.

Menikahlah Sebelum Mapan, Agar pasangan dan anak kamu Tahu  Arti Sebuah Perjuangan

Lebih Baik Berjuang Bersama Dalam Pernikahan Dari Pada Merasa Bahagia Dalam Ikatan Yang Belum Halal
kalian akan lebih merasakan apa itu kepercayaan kepada pasangan hidup yang benar-benar halal. kalian akan menikmati jengkal demi jengkal keberkahan, walau banyak rintangan yang menyapa dan menggoyahkan ranumnya cinta kalian. Kalian akan merasakan sesuatu yang lebih meluluhkan hati dan membuat cinta kalian semakin kuat, melebihi dari barisan puisi romntis dan gombalan manja.

Berjuang Bersama Dari Nol, Membuat Kesetian Kalian Merekat Erat
Pasangan kita akan lebih menghargargai perjuangan, kesetiaan, kesabaran, dan ketabahan yang telah dilalui bersama. sehingga perpisahan adalah satu kata yang pantang untuk di ucapkan. Karena cinta tidak hanya sekedar kata yang terucap, tapi sebuah bukti kebersamaan dalam suka maupun duka. Harta bisa dicari, tapi cinta sejati hanya bisa didapatkan dalam sebuah perjuangan hidup.

Anak-Anak Kita Lebih Menghargai Hasil Jerih Payah Dan Kerja Keras Orang Tuanya
Rasa hormat anak kepada orang tuanya, adalah bukti cinta terbesar anak. Hanya akan didapat jika mereka tau betapa besar pengorbanan dan perjuangan untuk membesarkan dan mendidiknya. kedekatan emosional orang tua kepada anak tentang arti sebuah perjuangan lebih dari cukup dari pendidikan dasar tentang hidup. Bagaiman sebuah doa dan niat menjadi satu dalam kerja keras untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga. ( Baca: Apakah Aku Yang Harus Melamarmu, Ketika Kau Tak Kunjung Datang Ke Rumahku )

“Menikahlah sebelum mapan. Agar anak-anak anda dibesarkan bersama kesulitan-kesulitan anda. Agar anda dan anak-anak anda kenyang merasakan betapa ajaibnya kekuasaan Allah. Jangan sampai anda meninggalkan anak-anak yang tak paham bahwa hidup adalah perjuangan”
gah
Kamis, 27 April 2017

Aku Mencintaimu Tanpa Alasan, Tanpa Tapi Dan Tanpa Pertanyaan

Seperti inilah hati seorang wanita, jika sudah memiliki rasa cinta pada dia yang setia. Tidak harus diminta dengan paksa, tidak harus di iming-imingi harta, tidak harus menjadi seseorang yang hebat untuk mendapatkan kata “ ia aku bersedia “. Aku hanya seorang wanita, sama seperti ibu yang sekarang kau cintai. Memiliki hati dan kasih sayang, sebagai alasan untuk menyingkirkan  semua rasa ragu untuk bersama-sama melangkah.

Aku Mencintaimu Tanpa Alasan, Tanpa Tapi Dan Tanpa Pertanyaan


Aku mencintaimu tanpa alasan, tanpa tapi dan tanpa pertanyaan. Cukup hadirmu sebagai bukti dan jabat tangan antar pria yang dihadiri banyak saksi bahwa kau sanga mencintaiku. Tangis bahagia bercampur haru, saat kita berdua bersujud meminta restu kedua orang tua untuk bersama-sama menjemput bahagia.

Tidak harus terlihat mewah, yang penting banyak doa yang mengalir untuk menciptakan keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah. Bahagia itu ketika ada di sampingmu, menyambut tamu yang hadir membawakan doa serta restu di hari kita. Hari kita berdua, hari akhir dari setiap rindu dan awal dari cerita kita bersama.

Ini hari pertamaku, mengenakan riasan penuh. Hari yang sengaja aku nantikan dan khusus untukmu. Hari ini aku sangat ingin terlihat cantik olehmu. Pleaseeee, jangan tertawa atau komentar tentang penampilanku saat ini. Aku sangat malu, dengan diriku yang tak biasa dan ini semua hanya untukmu.
Aku mohon kepada kau yang ada di sampingku, bimbing aku dengan lembut dan ajarkan segala sesuatu tentang dirimu. Apa yang kau suka,apa yang kau benci, dan sega sesuatu yang aku tidak tau mengenaimu. Aku bukan ibumu, yang mengenalmu dari kecil. Aku hanya wanita yang berusaha belajar menjadi pedampingmu dengan baik.

Entah kenapa sekarang aku sangat bahagia. Bahagia yang melebihi tawa sehingga meneteskan air mata. Bahagia yang dirasakan oleh setiap orang yang datang mendoakan. Bahagia karena aku bisa menjadi pendamipingmu yang sah. 

Aku mencintaimu tanpa alasan, tanpa tapi dan tanpa pertanyaan. Karena cinta yang kau berikan adalah bukti bukan hanya sekedar ucapan. Dan aku bahagia ada di sampingmu sekarang, besok, dan nanti sampai ke surga-Nya.
jomloo.com
gah

Genggamlah Tangan Ayahku Seraya Mengucap “ Qobiltu “, Baru Boleh Menggenggam Tanganku

Mungkin nanti aku akan terlihat haru, ketika kau menggenggam erat tangan ayahku seraya mengucap “Qobiltu”. Memanjatkan doa dan menyakini semua janji-janji yang Allah berikan itu benar adanya. mungkin nanti aku akan terlihat malu, saat kau kecup keningku untuk yang pertama kali di depan wali, saksi, dan para tamu undangan yang datang. Mungkin akan terlihat lucu, saat dua anak manusia yang terlihat kaku saat saling menatap dan bersentuhan. Padalah sejak detik itu, kau dan aku sudah menjadi kita dalam ikatan yang halal.

http://www.jurbal.id/2016/09/genggamlah-tangan-ayahku-seraya.html


Biarkan mereka merasakan kebahagiaan yang sekarang kita rasakan. Biarkan doa-doa terus mengalir memenuhi syukur kita padanya yang telah mempersatukan. Biarkan tetes air mata bahagia kedua orang tua kita menjadi salah satu alasan, suatu hari nanti tidak akan pernah ada kata perpisahan. Biarkan semesta mengaamiinkan setiap bait doa yang telah kita panjatkan. Dan biarkan kita menua dalam cinta, dalam iman, dalam taat. Biarkan seperti ini.

Pegang tanganku sebisa yang kau mampu, pegang jaji yang telah kau ucapkan di depan ayahku, dan bawa aku kemana pun yang kau mau. Dan akan kita pastikan, ujung dari perjalanan hidup kita akan bermuara ke surganya. 
Ajarkan aku bagaimana caranya mencintaimu, bagaimana caranya menjadi pendamping yang kau idam-idamkan. Agar aku bisa membuatmu jatuh cinta berkali-kali padaku. agar usia yang semakin menua, tidak akan pernah mengurangi kadar cinta itu. Terus tumbuh dan tumbuh, lebat dan berbuah seiring waktu kebersamaan kita. Kita yang memiliki alasan yang sama dalam mencitai, “ Aku Mencintaimu Karena Allah “


Jadilah seorang pria seperti ayahku atau bahkan melebihinya, dia mencintaiku tanpa syarat, tanpa tapi, dan tanpa pertanyaan. Tapi jika pintaku terlalu sulit, cukuplah menjadi dirimu sendiri dengan tetap memegang janji yang kau sanggupi pada ayahku. Nantinya pun kau akan menjadi sosok itu, menjabat tangan seorang pria yang akan meminta putrimu. Tapi tenang lah, kau tidak akan pernah sendiri. karena aku akan selalu mendampingimu, menjadi seorang istri dan ibu dari anak-anak kita.
jomlodotcom
gah

Percayalah, Yang Terpenting Itu Bukan “Cepat Menikah” Tapi “Dengan Siapa” Kita Menikah

Mungkin bagi kalian yang masih single, sempat terlintas di dalam hati untuk mendapatkan seorang pasangan yang bisa mendampingi dikala susah maupun senang dan bisa menjadi partner yang asyik dalam menekuni hobby atau pun sekadar “teman tidur” di malam hari.

Tapi dibalik semua itu yakinlah akan ada setumpuk hal yang dapat membuatmu tidak bahagia ketika kamu mendapatkan “orang yang salah”, kenapa? karena pernikahan paling ideal sekalipun tak akan pernah luput dari masalah, apalagi kalian yang hanya ingin sekadar “cepat menikah” dengan tidak mempedulikan “dengan siapa” kita menikah.

http://www.jurbal.id/2016/09/percayalah-yang-terpenting-itu-bukan.html


Berikut fakta-fakta yang akan terjadi setelah pernikahan, yang seharusnya difikirkan secara matang sebelum memutuskan cepat menikah :

1. Financial.
Jika kalian memutuskan menikah cepat, lalu kalian berdua belum bekerja dan tidak punya penghasilan dari sebuah usaha, mau makan apa kalian?, punya penghasilan pun kadang tak cukup dikarenakan gaya hidup orang yang berbeda-beda, apalagi kalian yang belum siap secara finasial, ditambah lagi jika kalian langsung dikaruniai seorang anak, mau dikasih makan apa anakmu? cinta? 
2. Hubungan Keluarga.
Sebelum memutuskan menikah pastikan kalian tidak akan berhubungan dengan mertua perempuan yang super bawel, percayalah bahwa mertua bawel itu lebih menakutkan dibandingkan bertemu dengan hantu di tengah malam. Dan pastikan kalau pasanganmu itu bukan laki-laki “anak mami” yang dalam mengambil keputusan selalu melibatkan mertua, mau jadi apa rumah tangga kalian jika setiap masalah yang ada dalam keluargamu masih “disetir” mertua yang pemikirannya penuh subjektifitas terhadap menantu perempuannya 
3. Rumah tangga bukan hanya sekadar “seks”.
Jika motivasi pertama kalian untuk cepat menikah adalah karena seks, maka bersiaplah untuk gigit jari, karena seks tanpa kebutuhan sandang, pangan dan papan yang terpenuhi adalah “nothing” dan “impossible” 
4. Kebiasaan pasangan.
Sebelum menikah ada baiknya cari tahu kebiasaan pasangan anda terutama yang berkaitan dengan gaya hidup, bagi perempuan jangan coba-coba menikah dengan laki-laki tak berpenghasilan jika kebutuhan bulanan kalian setinggi langit bahkan untuk sekadar pergi ke salon, dan bagi laki-laki carilah wanita yang gaya hidupnya “sesuai” dengan penghasilanmu, ingat! jangan paksa anak perempuan orang lain untuk hidup sengsara dengan dirimu 
Jadi, menikahlah dengan “orang yang tepat” bukan “menikah cepat”, karena menikah bukanlah suatu perlombaan, tak usah terlalu bangga dan tak usah terlalu merana jika belum menikah, karena masalahnya adalah bukan waktu, tapi “menemukan” pasangan yang tepat

(Hipwee)
gah
Rabu, 26 April 2017

Kau Adalah Teman Bermain Yang Aku Semogakan Menjadi Teman Hidupku Kelak


Kita yang masih dalam ikatan pertemanan, disatukan hanya untuk saling mengisi hari dan berbagi. Kita yang sudah saling mengenal lebih dekat dari siapa pun. Akan kah terus seperti ini, bahagia ketika kau merasakan bahagia dan bersedih ketika kau mendapatkan luka.

Aku yang selalu ada ketika kau pertamakali diputuskan dengan pacarmu. Masih ingatkah waktu itu, ketika kau menelfonku sambil menangis dan meluapkan seluruh keluh kesalmu. Disitu aku baru tau, kalau seorang lelaki bisa menangis karena cinta dan seorang wanita. Andai aku jadi wanita itu, akan aku jaga baik-baik perasaan mu.

Kau tau, aku wanita pertama yang hatinya hancur ketika kau dengan jujur bercerita mencintai teman dekatku. Hanya ucapan selamat dan senyum manis yang terasa pahit bagiku. Jujur aku ingin melihat kau bahagia, tapi tidak dengan cara yang seperti ini. Apa yang bisa aku lakukan selain ikhlas.

Kau teman masa kecilku, entah kenapa ada rasa yang timbul setelah sekian lama kita bersama. Kenapa persahabatan kita berbuah cinta setelah dahulu terasa biasa-biasa saja. Pernah kah kau merasakan apa yang aku rasakan sekarang. Atau hanya diriku, yang terlalu berlebihan dengan rasa.

Sekarang ini kau sedang memilih untuk sendiri, begitu pula dengan diriku. Agar lebih focus pada kuliah dan karir yang sedang di daki. Tidak kah berlebihan jika pertemana kita sekarang menjadi pertemanan dunia dan akhirat. Boleh kah aku berdoa agar kau menjadi teman pada saat aku berdiri di pelaminan.

Kau adalah teman bermain yang aku semogakan menjadi teman hidupku kelak
jomloo.com

gah

Karena yang Menemanimu dari Nol adalah yang Patut Diperjuangkan

Senja sore pun berlalu, berganti dengan gelapnya malam yang indah, suasana lirihan angin yang sedang menari, dan kicauan jangkrik yang menemaniku malam hari ini.





Hai kau yang disana, tak usah mencemaskanku berlebihan disini, tenanglah.. aku adalah gadis yang sudah terbiasa berteman sepi yang akan tetap selalu menunggu kehadiranmu ini.

Mencintaimu adalah salah satu tanggung jawab bagiku. Dengan umur yang dewasa ini aku tidak bisa menganggap cinta hanya soal romansa saja, namun pada hal yang membuat kita bisa membiakkan mimpi nantinya.



Menganggapmu remeh, memang! Namun itu dulu, seiring berjalannya waktu, engkau yang paling patut dipertahankan.

Aku menyesal, yah aku menyesal atas perlakuanku padamu dulu, yang selalu membuatmu kecewa, yang membuatmu merasa terbebani. Aku tidak tahu, entah apa yang membuatku seperti itu, aku adalah anak kelas 1 SMA yang masih tidak tau apa-apa. Apalagi soal cinta.

Pacaran pun belum pernah. Namun aku sadar, di balik perlakuanmu yang tak kunjung-kunjung menyerah terhadap sifatku, yang suka marah, dan nangis seenaknya. Tapi kau tetap bertahan mempertahankanku. Kau tetap merayuku, membujukku seperti anak kecil, mengalah, padahal aku sudah tahu bahwa itu semua adalah salahku.

“Kenapa?”

“Kenapa kau seperti itu padaku?”

Cinta ini mungkin membuat dirimu seperti orang yang akan tetap selalu menerima cobaan, meskipun kamu tau bagaimana resikonya. Melihat perjuanganmu membuatku luluh, membuatku mengerti dan menyadari bahwa saat kita ditimpa masalah dan bisa menyikapinya dengan baik justru saat itu pula kita menjadi dewasa.

Saat aku berusaha untuk mencoba menghindar darimu, justru kau malah selalu ada buatku. Saat itu pula ku tahu akan ketulusan cintamu, maafkan aku yang membuatmu sakit atas perlakuanku.

"Namun orang seperi inilah yang patut diperjuangkan dan dipertahankan hingga kapanpun."

Aku tidak gombal. Ini memang serius, aku menyesal atas tingkah lakuku dulu kepadamu. Maafkan aku.

Berubahnya dirimu dengan drastis, salah satunya hanya karena aku sebagai alasan yang menjadi penyemangat dalam hidupmu.

Berubah di sini bukan berarti berubah atas sesuai keinginan pasangan, aku juga tidak berlebihan menuntutmu apa-apa. Hanya karena semangatmu yang berkobar dalam mencapai impian dan untuk memenangkan hati kedua orangtuaku serta meyakinkannya.

Itulah dirimu yang membuatku merasa semakin kagum padamu. Sedikit demi sedikit kau bisa menunjukkan padanya. Asal kamu tahu, semakin lama aku semakin menyayangimu, yang saat kau mengatakan bahwa aku adalah salah satu penyemangat dan inspirasi dalam hidupmu. Hatiku seperti menari-nari waktu itu. Rasanya aku ingin berteriak dan mengatakan:

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa’’

“Apakah ini benar?”

Terserah kamu menganggap aku alay atau bagaimana, tapi aku bangga senggaknya aku bisa berguna padamu. Kau jarang sekali menujukkan sikap romantismu dengan perkataan. Tapi kau langsung menunjukkan dengan perbuatan-perbuatanmu.

Semakin hari kau semakin buatku jatuh cinta. Kau adalah cinta pertamaku. Yang entah apa alasannya tapi yang pasti kau sudah hebat bisa memenangkan hati kedua orangtuaku.

Aku adalah gadis yang sedang jungkir balik berjuang memantaskan diri untukmu.

Saat ini kau sedang sibuk memperjuangkan apa yang menjadi tujuan dari impian-impianmu itu. Akan ada hal di mana aku harus bisa menerima risiko atas tindakanmu itu, bahkan kita sudah tidak saling bisa bertemu dan bertelepon atau sms sesering dulu.

Tapi tak perlu kau mencemaskanku sayang, aku gadis yang sudah terbiasa berteman sepi, yang mungkin pada kenyataanya aku juga ingin bertemuu denganmu. Aku harus bisa menyingkirkan egoku. Keinginan itu harus kulerai dulu. Bukan berarti aku hanya setia menunggumu, namun aku juga berjuang disini untuk cinta yang berkualitas nanti.

Mencemaskanmu memang salah satu hal yang selalu aku rasakan. Namun aku yakin padamu, bahwa kecemasan itu tidak akan terbuang sia-sia. Kesibukanmu yang membuat kita tidak sering bertemu memberikan waktu luang yang banyak untukku untuk belajar.

Yah, belajar bagaimana aku bisa memenangkan hati kedua orang tuamu. Yah kita berganti, saat kau bisa.. mengapa aku tidak bisa? Karena dalam menjalin hubungan bukan hanya kita saja yang menjalankan, namun dukungan orang lain juga perlu. Aku tahu sayang, ini masih butuh proses panjang. Tapi percayalah padaku, aku berusaha menjadi calon istri yang bisa diterima keluargamu nanti.

Sampai tiba saatnya nanti, kita di persatukan dan menjalankan kehidupan baru menjadi tidak canggung lagi.

Setelah penantian panjang kita lalui, impian harapan masa depan kita rencanakan sedari dulu. Sampai itu semua sudah terpenuhi, disitulah aku sudah tidak canggung lagi kepadamu sayaang, saat aku sudah sering terbiasa melihat mukamu saat bangun tidur dengan rambut yang berantakan.

Saat itulah kebahagian yang kita nanti-nantikan, aku tau dalam menjalankan hubungan ini tidak melulu kita bahagia. Bertengkar, berbeda pendapat sudah menjadi hal yang tabu bagi kita. Saat kita bak besi yang sudah bisa melebur jadi satu disitulah kita bisa menjalankan ritme hidup ini bersama. Bahkan tujuanku dari dulu adalah aku bisa membahagiakanmu duhai calon suamiku.

Ketika aku sudah memutuskan untuk bersanding denganmu, di situ kamu harus percaya bahwa aku memilihmu karena aku nyaman denganmu. Semoga Kau Kan Tetap Menjadi Cinta Pertama dan Terakhirku.

Semoga kau bisa memahami apa yang aku tuliskan untukmu ini. “My First Love”.

idntimes.com
gah
Selasa, 25 April 2017

Sederhanakan Pernikahanmu Karena Itu Tidak Masalah, Yang Terpenting Akhirnya Menjadi Halal

Tidak masalah menyederhanakan pernikahanmu, entah karena alasan kamu kekurangan biaya untuk membuat pesta pernikahan atau karena alasan kamu tidak ingin mempersulit mempelai pria yang biasanya harus lebih banyak mngeluarkan biaya untuk pernikahan kalian.


Yang terpenting dalam sebuah pernikahan itu adalah hubungan kalian sah dalam agama dan hukum. Jangan persulit pernikahanmu sendiri karena keinginan inggin menggelar pesta yang meriah.

Yang Paling Penting Dalam Sebuah Pernikahan Itu Adalah Kalian Menjadi Halal, Sah Dimata Agama Dan Hukum Agar Tak Menyulitkanmu Menjalani Kehidupan


Menjadi halal atau sah adalah hal yang paling terpenting dan tujuan dari diadakannya sebuah pernikahan. Sementara resepsi atau acara lainnya tidaklah menjadi sesuatu yang penting. Menikahlah jika memang sudah sama-sama siap, yang terpenting kamu sudah siap menafkahi setelah menikah dan saling membantu dalam mencari nafkah.

Jangan Jadikan Keterbatasan Biaya Sebagai Penghalang Pernikahanmu. Karena Kalian Tidak Pernah Tau Diluar Sana Banyak Orang Tak Bisa Menikah Karena Tak Direstui


Kau tidak pernah tau di luar sana banyak pasangan yang tidka bisa menikah bukan karena keterbatasan biasa, tapi karena tak mendapat restu dari salah satu keluarganya. Padahal mereka siap dan sangat mau menikah ‘seadanya’ namun tetap tidak bisa menikah karena hubungannya tidak direstui. Karenanya jiaka sudah sama-sama mendapat restu dari kedua orang tua masing-masing menikahlah meski sederhana.

Jangan Mempersulit Pernikahanmu Yang Sesungguhnya Adalah Ibadah Hanya Demi Bermewah-Mewah Karena Takut Gunjingan Tetangga


Menikah itu adalah ibadah karenanya jangan mempersulit sesuatu yang bernilah ibadah hanya demi kemewahan, atau karena takut gunjingan tetangga. Yang terpenting itu adalah apa kata Tuhanmu dan apa yang kamu dan pasangan kamu lakukan menjadi ibadah untukmu hingga kamu terselamatkan dari kemaksiatan.

Sakralnya Sebuah Pernikahan Bukan Diukur Dari Seberapa Mewah Kamu Menggelar Pesta Pernikahan


Kesakralan sebuah pernikahan itu bukan ditentukan oleh seberapa mewah kamu menggelar pesta pernikahanmu. Tapi niat tulusmu dan dilakukan dengan cara yang benar serta disaksikan oleh keluarga besarmu. Itu sudah lebih dari cukup dan sudah sangat membahagiakanmu bukan?

Benar Menikah Itu Hanya Sekali Tapi, Dari Pada Enggak Nikah Sama Orang Yang Kamu Cintai, Pilih Yanga Mana?


Menikah itu cuma sekali dalam seumur hidupmu, itu benar dan sangat menjadi harapanmu dan sebagian besar orang di dunia ini. Jangan jadikan alasan sebab menikah hanya sekali seumur hidup lantas kamu ingin menggelar semewah-mewahnya, atau mewahlah, duduk di pelaminan, pakai gaun pengantin, foto-foto dan semacamnya?

Lalu bagaimana jika pasanganmu (orang yang kamu cintai) tidak kuat untuk mendanai semuanya? Masih mau maksa melakukannya dan nyuruh dia berjuang keras lagi sementara dia sudah ingin menikah? Jangan sampai dia menikahi orang lain hanya karena terlalu sulit untuk menikahimu.
[duapah.com]
gah