Selasa, 17 Januari 2017

Hai Jodoh, Semoga Kamu Dan Aku Segera Dipertemukan

Hai kamu yang di sana, ada banyak cerita yang ingin aku bisikan. Mulai dari tawa sampai tangis yang menyertai penantianku untukmu. Ada ayah yang selalu iseng menanyakan sosokmu seperti apa, ada ibu yang mengira kau adalah teman dekatku, dan teman-teman yang selalu bawel dan memberikan semangat.  Tak harus kau tahu sekarang, biar nanti aku bisikan semua tentangku dan doaku pada-Nya.

Hai Jodoh, Semoga Kamu Dan Aku Segera Dipertemukan


Hai jodoh, semoga kamu dan aku segera dipertemukan. Dipersatukan dalam cinta-Nya dengan jalan yang indah sesuai dengan sekenario-Nya. Sekarang, cukuplah kau ada hanya dalam doaku. Tak harus tau seperti sosokmu sekarang,  jika kau belum siap untuk menggenapkan dien yang aku miliki. Cukuplah kita hanya terhubung dalam doa, berusaha saling setia dengan tidak mengumbar cinta kepada dia yang belum halal.

Kadang ada sesuatu dalam hati yang dinamakan rindu. Dia terus menanyakan sosokmu seperti apa, dan  kapan datang ke rumah. Ia adalah salah satu alasanku untuk terus memantaskan diri untukmu. Tidak hanya itu, rindu aku titipkan kepada penciptanya dengan penuh keimanan. Agar Ia bisa memberikan padamu, etah melalui mimpi atau bait-bait yang tersembunyi. 
Jodohku, tau kah kalau aku disini menunggumu. Menantimu datang membawa rindu yang telah aku titipkan pada-Nya. Menyempurnakan iman yang akan memebuat cita ini utuh. Cepatlah datang, aku disini masih menunggu.
gah

Anak Sulung Dan Anak Bungsu Itu Adalah Pasangan Yang Serasi

Terlepas dari itu mitos atau fakta, rupanya pendapat bahwa "anak sulung dan anak bungsu adalah pasangan yang ideal" ini diperhitungkan berdasarkan sifat bawaan masing-masing, berkaitan dengan status tersebut di keluarganya.

Anak Sulung Dan Anak Bungsu Itu Adalah Pasangan Yang Serasi


Anak sulung biasanya diberi tanggung jawab untuk menjaga adik-adiknya, karena itulah naluri mengayominya keluar. Di sinilah celah bagi si bungsu untuk mengisi hasrat ingin bermanja ria kepada si sulung.

Anak sulung juga mungkin akan terbiasa berperan sebagai sosok yang dewasa, sementara kehadiran si bungsu selalu memberi warna yang ceria dan menjadi penenang saat suasana tegang. Selain itu, anak sulung yang mempunyai kecenderungan 'mengatur' akan diimbangi dengan sifat manja si sulung yang banyak bergantung pada orang lain. Dengan kata lain, secara tidak langsung memang jika si sulung berpasangan dengan si bungsu, secara alami mereka akan saling melengkapi.


Adapun beberapa fakta tentang si bungsu dan si sulung:

1.      Anak sulung terbiasa mengayomi.
2.     Sedangkan anak bungsu cenderung manja dan biasa diayomi.
3.     Keduanya saling melengkapi.
4.     Anak bungsu masih suka bergantung.
5.     Anak sulung cenderung keras kepala.
6.     Keduanya merasa saling membutuhkan dan memberi warna yang berbeda.
7.     Anak sulung terbiasa memanajemen banyak hal.
8.     Anak sulung bertanggung jawab dan mandiri.
9.     Pasangan anak sulung dan anak bungsu bisa jadi partner yang cocok dan tidak saling mengatur.
10. Anak bungsu gelagapan mengatur sesuatu.
11.   Anak bungsu selalu bisa menjadi penyejuk dan meredam keras kepalanya anak sulung.
12. Supelnya anak bungsu mampu menjadi penyejuk saat suasana tegang.

 Apakah kamu dan pasanganmu adalah pasangan 'si sulung' dan 'si bungsu'?
gah
Senin, 16 Januari 2017

Wahai Lelaki.. Jika Pasangan Kamu Memiliki 5 Sifat Ini Cepat Lamarlah Dia Secepatnya.. Berikut Penjelasannya




Ada 5 kriteria yang jika ada pada diri seorang muslimah, segeralah lamar muslimah tersebut...

1. Penuh Cinta Kasih
Allah SWT Berfirman:
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia ciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan diantara kalian rasa kasih dan sayang” (QS. Ar ruum:21)

Salah satu tujuan berumah tangga adalah agar tercipta rasa tentram dalam hidup. Rasa tentram ini didapat karena adanya rasa kasih sayang antara suami istri. Namun banyak kasus dimana seiring waktu, rasa kasih dan sayang istri terhadap suami perlahan-lahan pupus.

Jika ini terjadi, maka rasa tentram dalam berumah tangga pun tidak akan lagi tercapai. Keseharian rumah tangga justru bisa diwarnai dengan pertengkaran demi pertengkaran yang tiada habisnya. Lebih kacau lagi jika hadir pria idaman lain di tengah-tengah rumah tangga tersebut. Alhasil rumah tangga bisa bubar berantakan.

Maka perhatikanlah apakah ada sifat penuh kasih dan sayang pada diri calon pasangan kita. Parameternya bisa kita lihat dari cara ia memperlakukan anggota keluarganya sendiri. Bagaimana ia bersikap terhadap kedua orang tuanya, bagaimana ia bersikap terhadap kakak-kakaknya dan bagaimana ia memperlakukan adik atau keponakannya.

2. Istri Yang Subur
Rasulullah SAW bersabda:
“Menikahlah dengan wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak”.

Terwujudnya keharmonisan keluarga salah satunya dengan lahirnya buah hati hasil cinta di tengah-tengah keluarga tersebut. Dan sebaliknya banyak keluarga yang bubar jalan dengan alasan tiadanya anak yang membuat hari-hari mereka penuh keceriaan. Walaupun sebenarnya secara hakiki, ketiadaan anak adalah takdir-Nya jua yang harus disikapi dengan bijak. 
 
3. Masih Gadis
Suatu ketika, Rasulullah SAW bertanya pada sahabat Jabir R.A, “Apakah kamu menikahi seorang gadis atau seorang janda?” Sahabat Jabir R.A menjawab, “Seorang janda”. Rasulullah SAW bersabda: “Mengapa kamu tidak menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia pun dapat mencumbuimu”.

Hadis ini bukan berarti bahwa seseorang tidak diperkenankan menikahi seorang janda. Rasulullah SAW pun banyak beristrikan seorang janda ketimbang gadis. Namun maksud hadist ini adalah dengan menikahi seorang gadis yang tentu saja masih lugu dalam urusan percintaan, akan memberikan kesenangan tersendiri yang tidak diperoleh dari wanita yang sudah pernah menikah sebelumnya. Hal ini tidak bertentangan dengan syari’at karena tujuan pernikahan sejatinya adalah hendak memperoleh kebahagiaan.

4. Berasal Dari Keturunan Yang Jelas
Asal muasal keturunan seseorang sedikit banyak akan mempengaruhi perilaku orang tersebut. Seseorang yang berasal dari keluarga baik-baik akan dibesarkan dengan penuh kebaikan pula. Ia pun akan tumbuh menjadi orang yang baik. Kebaikan yang kelak akan ia tularkan pula pada anak keturunannya.

Rasulullah SAW bersabda: “Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya kamu beruntung” (HR. Bukhari Muslim).

5. Taat Agamanya
Sebagaimana hadis yang sudah disebutkan pada point 4 di atas, sebaik-baik pilihan adalah seorang muslim yang memilih wanita pendamping hidup karena agamanya. Disebutkan di atas bahwa ia adalah orang yang beruntung. Betapa tidak, wanita yang taat agamanya akan bagus pula akhlaknya. Ia akan penuh kasih sayang pada suami dan anaknya. Ia akan ridha dengan pemberian suaminya. Ia pun akan menyenangkan pandangan suami ketika melihatnya. Ketika suami tidak berada di rumah, ia akan mampu menjaga kehormatan diri dan harta suaminya sehingga suami akan merasa tenang meninggalkannya untuk bepergian demi menyelesaikan berbagai urusan.

Wanita seperti itu tak lain adalah seorang wanita shalihah , seperti yang difirmankan Allah SWT:
“Sebab itu, maka wanita-wanita yang shalih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak berada di tempat, oleh karena Allah telah memelihara mereka.....”. (QS An Nisa:34)
gah

Istri Itu Tulang Rusukmu, Jangan Jadikan Dia Tulang Punggung, Mereka Itu Pendampingmu Bukan Babu!

 
 
 
Di Subuh yang dingin...ku dapati Ibu sudah sibuk memasak di dapur.
"Ibu masak apa? Bisa ku bantu?"
"Ini masak gurame goreng. Sama sambal tomat kesukaan Bapak" sahutnya.
"Alhamdulillah.. mantab pasti.. Eh Bu.. calon istriku kayaknya dia tidak bisa masak loh..."
"Iya terus kenapa..?" Sahut Ibu.
"Ya tidak kenapa-kenapa sih Bu.. hanya cerita saja, biar Ibu tak kecewa, hehehe"
"Apa kamu pikir bahwa memasak, mencuci, menyapu, mengurus rumah dan lain lain itu kewajiban Wanita?"
Aku menatap Ibu dengan tak paham.
Lalu beliau melanjutkan, "Ketahuilah Nak, itu semua adalah kewajiban Lelaki. Kewajiban kamu nanti kalau sudah beristri." katanya sambil menyentil hidungku.
"Lho, bukankah Ibu setiap hari melakukannya?"
"Kewajiban Istri adalah taat dan mencari ridho Suami." kata Ibu.
"Karena Bapakmu mungkin tidak bisa mengurusi rumah, maka Ibu bantu mengurusi semuanya. Bukan atas nama kewajiban, tetapi sebagai wujud cinta dan juga wujud Istri yang mencari ridho Suaminya"
Saya makin bingung Bu.
"Baik, anandaku sayang. Ini ilmu buat kamu yang mau menikah."
Beliau berbalik menatap mataku.
"Menurutmu, pengertian nafkah itu seperti apa? Bukankah kewajiban Lelaki untuk menafkahi Istri? Baik itu sandang, pangan, dan papan?" tanya Ibu.
"Iya tentu saja Bu.."
"Pakaian yang bersih adalah nafkah. Sehingga mencuci adalah kewajiban Suami. Makanan adalah nafkah. Maka kalau masih berupa beras, itu masih setengah nafkah. Karena belum bisa di makan. Sehingga memasak adalah kewajiban Suami. Lalu menyiapkan rumah tinggal adalah kewajiban Suami. Sehingga kebersihan rumah adalah kewajiban Suami."
Mataku membelalak mendengar uraian Bundaku yang cerdas dan kebanggaanku ini.
"Waaaaah.. sampai segitunya bu..? Lalu jika itu semua kewajiban Suami. Kenapa Ibu tetap melakukan itu semuanya tanpa menuntut Bapak sekalipun?"
"Karena Ibu juga seorang Istri yang mencari ridho dari Suaminya. Ibu juga mencari pahala agar selamat di akhirat sana. Karena Ibu mencintai Ayahmu, mana mungkin Ibu tega menyuruh Ayahmu melakukan semuanya. Jika Ayahmu berpunya mungkin pembantu bisa jadi solusi. Tapi jika belum ada, ini adalah ladang pahala untuk Ibu."
Aku hanya diam terpesona
"Pernah dengar cerita Fatimah yang meminta pembantu kepada Ayahandanya, Nabi, karena tangannya lebam menumbuk tepung? Tapi Nabi tidak memberinya. Atau pernah dengar juga saat Umar bin Khatab diomeli Istrinya? Umar diam saja karena beliau tahu betul bahwa wanita kecintaannya sudah melakukan tugas macam-macam yang sebenarnya itu bukanlah tugas si Istri."
"Iya Buu..."
Aku mulai paham,
"Jadi Laki-Laki selama ini salah sangka ya Bu, seharusnya setiap Lelaki berterimakasih pada Istrinya. Lebih sayang dan lebih menghormati jerih payah Istri."
Ibuku tersenyum.
"Eh. Pertanyaanku lagi Bu, kenapa Ibu tetap mau melakukan semuanya padahal itu bukan kewajiban Ibu?"
"Menikah bukan hanya soal menuntut hak kita, Nak. Istri menuntut Suami, atau sebaliknya. Tapi banyak hal lain. Menurunkan ego. Menjaga keharmonisan. Mau sama mengalah. Kerja sama. Kasih sayang. Cinta. Dan Persahabatan. Menikah itu perlombaan untuk berusaha melakukan yang terbaik satu sama lain. Yang Wanita sebaik mungkin membantu Suaminya. Yang Lelaki sebaik mungkin membantu Istrinya. Toh impiannya rumah tangga sampai Surga"
"MasyaAllah.... eeh kalo calon istriku tahu hal ini lalu dia jadi malas ngapa-ngapain, gimana Bu?"
"Wanita beragama yang baik tentu tahu bahwa ia harus mencari keridhoan Suaminya. Sehingga tidak mungkin setega itu. Sedang Lelaki beragama yang baik tentu juga tahu bahwa Istrinya telah banyak membantu. Sehingga tidak ada cara lain selain lebih mencintainya."
Subhanallah...
Semoga yang mengucapkan 'Aamiin' diberikan jodoh yang baik oleh Allah SWT, sehingga mampu membentuk keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah, serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah. Aamiin..
gah
Kamis, 12 Januari 2017

Karena Wanita Yang Menemani Dari Nol Adalah Yang Pantas Diperjuangkan

Bukan sesuatu yang mudah bagi seorang wanita untuk bisa percaya dan setia. butuh lebih dari sekedar keyakinan dan kesabaran, mendampingi seorang pria dari titik awal perjuangannya. Dan aku harap kau mengerti, mendampingimu pada saat-saat sulit sudah lebih dari cukup dari bukti kesetiaan.

Karena Wanita Yang Menemani  Dari Nol Adalah Yang Pantas Diperjuangkan


Bisa saja aku memilih pria yang sudah mapan dan siap secara finansial untuk bisa mendampingi hidupku kelak. Bisa saja aku pergi dan memilih yang lain, saat kau ada dalam keterpurkan yang menghimpit. Tapi percayalah, aku bukan waita yang silau karena harta dan gelap karena jawabatan.

Aku mencintaimu karena aku memilih takdirku bersamamu, tidak peduli apa kata orang terhadapmu dan kita. Tidak peduli seberapa keras dunia menguji kekuatan cinta kita, aku akan selalu ada di sampingmu. Bersamamu adalah sebuah kebahagiaan yang sulit aku tukar dengan sebuah kesenangan dunia.

Nanti, kita ajarkan pada anak-anak kita. Kalau cinta yang hanya bermodalkan pesona dunia akan pudar pada waktunya. Hilang dan hancur dimakan usia dan rapuh terhadap waktu. Anak-anak kita akan melihat dan merasakan seberapa besar rasa cinta kita, yang tidak akan pudar oleh kesulitan-kelsulitan hidup.

Aku wanita pertama yang menyakini kau akan sukses suatu hari nanti. Aku akan terus memeluk mimpi-mimpimu di tengeh cemoohan orang-orang. Aku wanita yang akan berusaha bertahan, saat kariawan terakhirmu pergi meninggalkan. Aku adalah wanita yang akan berusaha menemanimu di tengah lelahmu. Aku percaya, kamu pasti bisa dengan usaha dan doa yang selalu kita panjatkan bersama.

Perjuangkan aku dengan segala daya dan upayamu, maka aku akan selalu setia berada di sisimu. Jaga hati ini baik-baik, dan ingatlah jika kau sudah sukses nanti. Aku lah wanita yang dengan setia menemanimu menuju kesuksesan, bukan mereka yang hanya bisa menantimu di puncak. Karena cintaku tulus bukan karena materi, tapi memang karena hati ini sudah memilihmu menjadi penjaga hati ini.

gah

Kalau Soal Menikah, Cowok Brengsek pun Menginginkan Wanita Baik-baik Untuk Dijadikan Istri



Ada satu hal yang harus dimengerti oleh seorang cowok. Yaitu cowok akan benar-benar memikirkan nasib keluarganya di masa depan. Walaupun cowok itu terkenal sangat brengsek sekalipun. Dia akan benar-benar memilih calon istri yang mampu membina keluarganya dan anak-anaknya. Karena mereka tidak ingin anaknya bernasib sama dengannya bahkan bisa menjadi orang yang lebih baik. Dan cowok sangat memahami bahwa karakter anak-anak mereka nanti akan sangat ditentukan oleh sifat ibunya, sehingga mereka pasti akan memilih seorang wanita yang baik dan bisa dijadikan panutan untuk anak-anaknya.

Bahkan Cowok yang Paling Brengsek Akan Memilih Wanita yang Baik dan Sholehah Untuk Dinikahi
Jangan merasa senang dulu ketika kamu sekarang mempunyai seseorang yang kamu anggap mencintaimu. Yang tidak peduli sama sekali sama perilakumu yang menjengkelkan dan buruk. Baginya kebersaan kalaian hanya untuk bersenang-senang saja dan mengisi kekosongan dia. Kemesraan dan kedekatan kamu dan dia itu sampai-sampai membuat kamu tidak sadar jika sebenarnya kamu hanya dijadikan mainan untuknya. Di saat kamu jalan sama dia sebenarnya secara diam-diam dia melakukan pencarian, menyeleksi mana wanita yang paling pas yang akan dinikahinya nanti.

Mereka Sadar Bahwa Urusan Masa Depan Berbeda Dengan Saat Pacaran Sekarang
Cowok sadar mereka yang akan menjadi kepala keluarga dan mereka tahu bahwa mereka harus memilih seseorang yang tepat untuk mengurus masa depan keluarga mereka. Menjaga anak-anak dan mengajari mereka banyak hal. Mereka memiliki keyakinan bahwa wanita yang baik pasti juga akan memberikan anak-anak yang baik. Sedangkan di masa pacaran, cowok itu lebih banyak mementingkan masalah kesenangan dan belum berpikir serius tentang masa depan. Sehingga saat masih belum menemukan wanita yang paling pas untuk dinikahi, meski pun sudah memiliki kamu, kebanyakan dari mereka akan memilih menghabiskan waktu untuk bermain-main saja dengan dirimu.

Mereka Akan Menjadi Sangat Selektif Ketika Memilih Wanita yang Akan Dinikahinya
Ketika memilih pasangan yang akan dinikahinya cowok itu akan sangat berhati-hati, mereka akan memikirkan akibatnya dan dampak jika dia memilih wanita itu, sehingga pilihan terbaik tentunya memilih wanita yang baik. Dengan harapan kelak mereka memiliki anak-anak yang baik seperti ibunya. Dan yang pastinya mereka ingin mendapatkan wanita yang masih belum banyak disentuh sana sini oleh cowok lainnya. Untuk sekarang ini memang benar banyak cowok yang banyak memandang cewek dari penampilannya saja, karena mereka hanya ingin bermain-main saja.

Walaupun Terdengar Tak Adil, Tapi Itulah Kenyataannya. Cowok yang Brengsek Sekalipun Akan Berusaha Berubah Saat Mereka Ingin Serius
Mungkin ada yang bingung, saat melihat salah satu mantan kamu berubah 180 derajat. Dulu saat bersama kamu dia begitu mengesalkan, brengsek dan diotaknya hanya berisi senang-senang saja. Tapi setelah berpisah dan dia bersama orang lain. Dia menjadi begitu alim, sholeh dan menyenangkan hati. Pasti kamu bertanya-tanya apa yang bisa membuatnya berubah seperti itu. Sebenarnya cowok itu juga menyadari bahwa ketika dia ingin mendapatkan gadis yang baik-baik, maka mereka juga harus merubah diri menjadi orang yang baik pula. Karena tidak akan ada gadis baik yang mau dengannya, jika dia masih mendapatkan predikat Cowok brengsek. Oleh sebab itu jika mereka sudah serius dengan seorang gadis, mereka juga akan berusaha untuk memantaskan diri dengan berubah.

Jadi Wanita Harus Sadar, Penampilan yang Cantik Saja Tidak Akan Membuat Cowok Serius Denganmu
Mengetahui hal itu sebagai wanita harusnya lebih menyadari bahwa kecantikan fisik mereka tidak akan cukup membuat cowok melamarmu. Malah bisa lebih parah apabila Cowok itu hanya akan menjadikan kamu mainan belaka. Sehingga kamu juga harus bisa merubah sikap dan menjaga kehormatan kamu sebagai wanita. Tidak perlu tampil cantik hanya untuk mendapatkan perhatian para cowok. Tapi dengan menunjukkan kehormatan dan sikap baik, agar kamu bisa menjadi pilihan masa depan cowok, entah dia yang sekarang ini bersamamu atau orang lain. Karena bukan tidaka mungkin cowok yang saat ini bersamamu yang awalnya niatnya hanya main-main malah menjadi serius karena perubahan sikapmu yang semakin anggun. [duapah]



sumber : kisahmuslimah.com
gah
Rabu, 11 Januari 2017

Yang Ditakutkan Wanita Itu Bukan Menikah Dengan Lelaki Miskin Harta,,,Tetapi Lelaki Miskin Tanggung Jawab....

Wanita yang baik tidak akan pernah takut menikah dengan lelaki yang miskin harta. Bukan karena mereka kaya atau apa ini karena mereka lebih takut menikah dengan lelaki yang miskin aan tanggung jawab.
Karena miskin tanggung jawab lebih menakutkan dari miskin harta. Sebab harta masih bisa dicara bersama setelah menikah sementara tanggung jawan tidan bisa dicari bersama.
Yang Ditakutkan Oleh Wanita Baik Adalah Dia Takut Menikah Dengan Lelaki Yang Miskin Ilmu Dan Tanggung Jawab
Wanita yang baik tidak akan pernah takut menikah dengan lelaki yang miskin harta, yang mereka takutkan adalah kelak lelakiyang menikahinya miskin tanggung jawab. Salah satu alasan sederhananya adalah harta pasti bisa selalu dicari sementara tanggung jawan tidak bisa dicari melainkan diberikan oleh lelaki yang menikahinya.
Karena Yang Miskin Tanggung Jawab Sudah Pasti Tidak Akan Tau Diri, Cuma Numpang Hidup
Lelaki yang miskin akan tanggung jawab itu sudah pasti hanya ingin numpang hidup pada wanita, sukur-sukur jika hanya tidak bertanggung jawab dalam nafkah, bagaimana jika juga tidak bertanggung jawab dalam urusan hati, berlaku seenaknya saja, pasti akan semakin menyakitkan.
Karena Wanita Itu Tau Lelaki Miskin Tanggung Jawab Lebih Menakutkan Dari Lelaki Miskin Harta
Semua wanita itu tau kalau miskin tanggung jawab itu bukan hanya sekedar menakutkan namun juga bakalan meyakitkan, bakalan makan hati dan tidak akan bahagia meski menikah.
Lelaki yang miskin tanggung jawan adalah lelakiyang tidak punya hati yang bakalan tega menyakiti hati wanita dan tidak akan segan-segan untuk meninggalkan kalau ada bosan. Saking miskin hatinya meski istrinya sedang hamil pasti tidak takut untuk meninggalkan kalau sudah ingin meninggalkan.
Karena Miskin Tanggung Jawab Sudah Pasti Tidak Akan Mendatangkan Kebahagian Sementara Miskin Harta Masih Mungkin Akan Hidup Bahagia
Kalau sudah miskin sama tanggung jawab sudah bisa dipastikan bakalan tidak mendatangkan kebahagian. Hanyalah sakit yang akan selalu didapatkan bagi wanita yang menikah dengan lelaki yang mikin akan tanggung jawab.
Sementara menikah dengan lelaki yang cuma miskin harta masih bisa mendatangkan kebahagian. Seseorang masih bisa bahagia bahkan meski mereka tidam memiliki apa-apa. Karena yang miskin harta belum tentu miskin kasih sayang.
Karena Tanggung Jawab Itu Bukan Soal Tanggung Jawab Menafkahi Lahir Batin Tapi Juga Tanggung Jawab Menjaga Perasan
Bagi wanita tanggung jawab itu bukan hanya soal tanggung jawab menafkahi lahir batin saja namun juga tanggung jawab saling menjaga perasaan satu sama lain. Hidup miskin atau menjadi miskin itu memang tidak enak namun lebih tidak enak lagi jika hidup dalam keadaan harus hidup dengan lelaki yang tidak bisa menjaga perasaan. Yang miskin tanggung jawab cendrung tidak akan peduli dengan keadaan kita dan akan berlaku sesuka hatinya.[duapah]
gah