Minggu, 25 Juni 2017

Daripada Mikirin Kado Valentine Mending Abang Pikirin Bagaimana Caranya Agar Kita Jadi Pengantin

Jangan kebanyakan mikir mau kasi kejutan apa dan mau ngajak adek jalan kemana dihari valentine ini. Udah gak penasaran dengan kejutan yang biasa abag lakukan, paling ngasi hadiah berupa coklat atau barang kesukaan adek lainnya.



Kalau beneran pengen nunjukkin kasih sayang abang ke adek, gimana kalau nunjukin dengan cara ngusahain agar kita jadi pengantin. Agar beda dengan pasangan lainnya, dan agar lebih spesial.

Bukan Coklat Yang Adek Harapkan Tapi Seperangat Alat Sholat Sebagai Mahar Pernikahan

Kali ini bukan lagi coklat yang adek harapin, tapi seperangkat alat sholat sebagai mahar pernikahan kita. Mahar pernikahan yang abang berikan pasti akan lebih berharga daripada hanya kado yang mungkin akan terlupakan atau habis ketika dimakan.

Daripada Ikut-Ikut Ngerayain Hari Valentine Lebih Baik Jadi Pengentin Biar Dapat Pahala

Daripada cma ikut-ikutan ngerayaain hari valentine mending halalin adek aja, biar dapet pahala telah memuliakan adek dan ngehalalin adek. Ikut-ikutan ngerayain valentine hanya akan membuat kita terlihat seperti ABG alay saja, padahal kita sudah sama-sama berumur.

Aku Juga Sudah Gak Mau Digombalin Pakek Coklat, Maunya Dihalalin Pakek Akad

Sudah bosan digombalin pakek coklan mulu, maunya diseriusin dengan akad. Kalimat ijab qobul itu jauh lebih indah daripada kata-kata manis atau rayuan-rayuan yang tak punya makna apa-apa dan tak bisa mengikat atau mempererat hubungan kita.

Jangan Pikirin Buat Nyenengin Hati Adek Aja, Pikirin Juga Buat Nyenengin Hati Kedua Orangtua Kita

Adek sih seneng kalau dikasi kejutan atau hadih-hadih yang abang kasi, tapi adek lebih seneng lagi kalau abang juga ngasi sesuatu yang bakalan bisa buat nyenengin hati adek sama kedua orangtua adek dan juga kedua orangtua abang.

Jadi Pengantin Itu Lebih Membahagiakan Ketimbang Ngerayain Valentine. Karena Abang Bisa Ngasi Kado Tiap Hari Ke Adek

Menjadi pengantin itu jauh lebih membahagiakan daripada ngerayain hari valenten yang hanya semalam saja. Kalau jadi pengantin kita bisa saling nunjukin kasih sayang kita setiap hari, bahkan siang dan malam.

Aku Sudah Manis Kok Gak Usah Dikasi Coklat Lagi, Takutnya Nanti Aku Diabetes 😁

Adek jangan dikasi coklat mulu bang, karena adek sudah manis (😍) yang ada kalau kebanyakan coklat manisnya entar gak nambah adek malah kenak deabetes kebanyakan makan yang manis-manis ditambah kemanisan adek.
gah

Dijodohkan Orangtua Tak Selalu Setragis Kisah Siti Nurbaya

Zaman sekarang  kebanyakan kaum muda menganggap perjodohan adalah sesuatu hal yang kuno dan menyeramkan. Sekarang kan bukan zamannya siti nurbaya, begitu rata rata orang berpendapat mengenai perjodohan. Sebenarnya Perjodohan tidak selalu jadi bencana jika kita mampu memikirkannya dengan lebih bijak.



Menikah dengan orang yang tidak kita cintai dan belum pernah kita kenal sebelumnya merupakan suatu hal yang sulit. Apalagi jika kamu  sedang  menjalin hubungan asmara dengan seseorang.  Dan alangkah kecewanya saat pilihan kamu itu tidak mendapatkan restu dari orangtua. Mungkin reaksi kebanyakan orang saat tahu akan dijodohin adalah memberontak, kabur dari rumah atau bahkan yang paling ekstrim adalah mencoba bunuh diri.

Tapi sebelum melakukan hal hal yang merugikan diri sendiri, ada baiknya kamu mempertimbangkan alasan kenapa orangtua  menjodohkanmu dengan pilihan mereka itu. Semua orangtua ingin memberikan yang terbaik kepada anaknya, biasanya jodoh yang telah dipilihkan oleh orangtua telah dinilai bobot, bibit dan bebetnya oleh mereka

Menerima perjodohan dapat menjadi salah satu cara untuk berbakti kepada orangtua. Bayangkan kita belum dapat berbuat banyak untuk membahagiakan keduanya, apa salahnya untuk menuruti keinginan mereka, dengan begitu orangtua akan bahagia karena merasa dipercaya oleh anaknya sendiri. Apakah masih layak disebut cinta sejati jika orang yang kita cintai  menjauhkan kita dari keluarga. Kita mengenal keluarga sejak dari awal kita lahir di dunia, kita dirawat oleh kedua orangtua dengan penuh cinta dan kasih sayang. Seharusnya Seseorang yang tulus mencintaimu tidak akan menjauhkan  kamu dari keluarga dan orangtua.

Tapi Bukan berarti juga kita harus menerima calon pilihan orangtua begitu saja, orangtua juga adalah manusia biasa yang bisa khilaf dan salah. Kita harus mencari tahu lebih dahulu tentang calon pendamping hidup kita agar tidak seperti membeli kucing di dalam karung. Kita dapat bertanya tentang dia kepada teman temannya, melihat akun sosial medianya atau bisa juga dengan bertanya langsung kepada orangnya

Lalu apakah dengan demikian kita harus meninggalkan orang yang kita cintai demi pilihan orang tua?. Jawabannya adalah apakah orang yang kamu cintai juga mencintaimu?, seberapa besar usahanya untuk segera menghalalkanmu, apakah kamu harus menunggu tanpa kepastian?. Pikirkanlah baik baik, bukan untuk menjadi pengkhianat tapi menjadi lebih realistis karna kehidupan setelah pernikahan bukan hanya tentang cerita cinta saja, tapi tentang komitmen dan juga perjuangan. Sia sia saja kamu berjuang untuk orang yang tidak memperjuangkanmu.  

Mungkin memang sulit menghadirkan rasa cinta kepada orang lain setelah kita telah lebih dulu mencintai seseorang. Tapi jangan lupa rasa cinta itu adalah kuasa dan rahasia tuhan. Tuhan bisa saja menumbuhkan dan menghilangkannya begitu saja suatu saat nanti. Saat mengambil keputusan yang penting dalam hidupmu mintalah petunjuk dariNYA, karna  tidak ada seorangpun yang bisa menerka masa depan yang bagaimana yang akan ia jalani nantinya.
gah

Diusia 20 Tahun ke Atas Kamu Akan Sadar Bahwa Cinta Saja Tidak Cukup Dalam Sebuah Hubungan

Saat masih berusia belasan tahun mungkin kamu akan berfikir bisa mempertahankan hubunganmu dengan dia, kamu meras yakin betul bahwa kamu akan selalu mencintainya dan akan selalu bahagia jika mmembina keluarga dengannya.



Namun ketika memasuki usia 20 tahun, kamu akan sadar bahwa cinta itu tidak cukup untuk membina sebuah keluarga. Saat usia 20 tahun, kamu mulai dewasa dan mulai realistis dengan hidup kamu sendiri dan juga cintamu.

Saat Memasuki Usia 20 Tahun Kamu Akan Mulai Menyadari Akan Ada Banyak Faktor Yang Lebih Penting Dari Cinta Untuk Dipertimbangkan

Ketika memasuki usia 20 tahun ke atas kamu akan mulai menyadari bahwa banyak faktor yang lebih penting untuk kamu pikirkan. Kamu akan mualai sadar bahwa cinta saja tidak cukup untuk dijadikan landasan membina sebuah keluarga. Kamu pun akan mulai berfikir tidak mungkin menikah hanya karena kalian saling mencintai saja.

Hal-hal Seperti Keluarga, Pola Pikir, Restu Keluarga Dan Gaya Hidup Kalian Merupakan Hal Penting yang Harus Dipeetimbangkan

Ketika masih muda kamu bisa berfikir bahwa kamu bisa hidup dengan dia dalam keadaan apapun. Dan tidak masalah hidup melarat asalakan bersama dia. Namun saat mulai dewasa kamu akan mulai banyak mempertimbangkan hal-hal penting yang bakalan membuatmu bertengkar lalu berpisah bukan karena tidak saling cinta tapi karena tidak tahan dengan permasalahan yang kalian alami saat membina hubungan.

Sudah Seharusnya Kamu Berfikir, Bahwa Kamu Bukan Lagi Orang Yang Bertahan Hanya Karena Alasan Sudah Terlanjur Cinta

Akan lebih baik ketika kamu berfikir memilih bertahan dengannya bukan karena terlanjur cinta. Tapi karena memang kematangan yang lainnya yang lebih penting dari cinta. Kamu tidak bisa memilih bertahan dengannya karena terlanjur saling mengenal keluarga satu sama lain atau karena sudah lama menjalin hubungan. Memilih bertahan dengannya harus karena dia dan kamu sudah sama-sama saling matang dalam hal emossi dan juga pekerjaan.

Diusia 20 Tahun Ke Atas Kamu Harus Lebih Rasional. Hubungan Yang Serius Itu Bukan Cuma Tentang Mencari Kesamaan Kamu Dan Dia

Ketika usiamu sudah mulai matang maka dengan sendirinya kamu akan berfikir lebih rasional yang tidak menyandarkannya pada cinta. Diusia ini kamu akan melihat bahwa hubungan serius itu bukan cuma tentang mencari kesamaan kamu dan dia. Tapi lebih tentang bagaimana kamu akan menyatukan perbedaan kamu dan dia. Yang tidak hanya menyatukan satu kepala tetapi juga menyatukan dua kepala yang jalan pikirannya tentu berbeda.

Yang Perlu Kamu Ingat Adalah Terkadang Melepaskan Itu Lebih Baik Dan Lebih Baik Mengakhiri Dari Pada Menyesal Kemudian Hari

Kemudian kamu akan mulai realistis menilainya bukan sebagai orang yang kamu cintai yang akan selalu kamu beri nilai sempurna pada setiap keburukan dan kekurangannya. Dan sudah benar rasanya jika kamu lebih baik berhenti mencintainya bukan karena tidak cinta tapi karena kamu tau dia yang kamu sayang tidak bisa diajak dan tidak cocok untuk kamu ajak membangun masa depan bersama.
gah

Terkadang Tuhan Mempertemukan Bukan Untuk Disatukan, Tapi Untuk Mengajari Bahwa Cinta Itu Bukan Sekedar Suka dan Nyaman

Seseorang asing yang tiba-tiba datang entah darimana, lalu mengenalkan pada indahnya kasih sayang, kenyamanan dan memberikan ketenangan dalam hati, lalu tiba-tiba menghilang begitu saja, seakan semua hal yang sudah dilewati bersama hanya tinggal kenangan kosong dan hampa. Sayangnya tak hanya satu orang, banyak yang datang tapi hampir semuanya hanya meninggalkan luka saja, tanpa peduli untuk mengobati. Mereka yang mengatakan bahwa cinta itu indah, dan membuat seakan memang benar-benar indah, namun sekaligus membuat cinta itu terasa begitu perih. Hingga kita merasa begitu perih hingga mengatakan bahwa Tuhan tak lagi menyayangi kita. karena terus-terusan mempertemukan kita dengan orang yang hanya bisa menyakiti akhirnya.



Banyak Dari Kita Bertemu Dengan Orang-Orang Baru, Namun Bukan Untuk Disatukan

Setiap hari kita berjumpa dengan banyak orang baru, wajah-wajah yang baru, kepribadian dan sifat yang berbeda. Tidak ada yang tahu pasti diantara banyak orang itu siapa yang benar-benar akan menjadi jodoh kita dan akhir dari pencarian kita. bisa jadi orang dari masa lalu, atau salah satu dari orang-orang baru itu. Kita bertemu, tertawa, merasa nyaman bahkan hingga memutuskan untuk menjalin hubungan, berharap bahwa dialah yang selama ini kita cari. Namun terkadang pertemuan itu bukan akhir, banyak yang bertemu dengan kita namun akhirnya berpisah, entah kita inginkan atau tidak.

Meskipun Itu Begitu Menyakitkan, Pasti Ada Yang Telah Kita Pelajari Dari Setiap Perpisahan, Dan Tanpa Sadar Kita Semakin Dewasa Saat Memulai Hubungan Baru

Tidak ada yang bahagia saat perpisahan itu terjadi, apalagi harus berpisah pada seseorang yang sudah benar-benar manjadi tambatan hati. Bahkan kita sudah memberikan segalanya, karena yakin akhirnya dia akan bersama kita. Namun, meskipun rasanya sakit, lama-kelamaan kita pasti akan mampu menerimanya entah itu butuh waktu yang lama atau sebentar, akan ada waktunya untuk ikhlas dan mencoba untuk membuat hubungan baru dan dipertemukan lagi dengan yang lainnya. tanpa kita sadari sebenarnya setiap kita merasakan sakit hati, disitu kita juga belajar banyak hal, khususnya sebagai bekal dalam menjalin hubungan baru agar kita tidak lagi merasa tersakiti.

Salah Satunya Kita Belajar Bahwa Cinta Itu Bukan Sekedar Perasaan Suka dan Nyaman Satu Sama Lain, Cinta Itu Sangat dan Begitu Luas

Pada awal kita menjalin hubungan, cukup dengan perasaan suka dan tertarik pada seseorang, kita berpikir bahwa kita telah jatuh cinta dan bisa memberikan apapun pada orang itu. Namun seiring berjalannya waktu, kita semakin sadar bahwa tidak cukup hanya mengandalkan semua itu. Cinta itu bermakna begitu luas dan besar. Tidak sekedar perasaan nyaman. Cinta itu bukan sekedar meminta atau memberi. Tapi cinta itu juga mendewasakan, mendukung satu sama lain. Oleh sebab itu banyak pasangan yang akhirnya memilih berpisah, padahal mereka saling mencintai.

Dan Tulus Bukan Berarti Harus Bersama,Bahkan Ikhlas Berpisah Asalkan Pasangan Bahagia, Sudah Bermakna Ketulusan

Cinta itu belum tentu saling memiliki, dan tak semua yang saling memiliki merupakan cinta. Terkadang tak lebih dari simpati dan rasa kasihan bisa membuat bersama. Dan cinta yang benar-benar tulus, tidak akan selalu meminta balasan dari pasangannya. Bahkan dia selalu memberi tanpa takut akan menyesal. Dia bahkan rela untuk berpisah dan melepaskan pasangannya asal pasangannya bisa bahagia, cinta itu bahkan lebih besar dari menghabiskan waktu bersama atau hidup bersama.

Jadi Jangan Takut Untuk Mencintai, Meskipun Kamu Tersakiti, Semua Itu Akan Menjadikanmu Seseorang Yang Begitu Bijak Dalam Memaknai Arti Cinta

Ketika kamu sudah mampu memaknai suatu hubungan dan cinta, kamu pasti akan menjadi orang yang lebih baik dan bisa menghargai orang yang mencintaimu. Kamu bisa lebih dewasa dalam menghadapi masalah yang terjadi dalam hubungan dan tidak mementingkan emosi. Kamu akan mengerti alasan mengapa kamu harus dipisahkan dengan orang yang kamu sayangi, meskipun itu menyakitimu. Bisa jadi karena dia memang tidak pantas untukmu atau kamu kurang pantas baginya, atau malah Tuhan sedang melindungimu dari penderitaan yang berkepanjangan jika kamu tetap bersamanya.

Dan Saat Tuhan Sudah Merasa Kamu Pantas, Kamu Pasti Di Pertemukan Dengan Yang Paling Baik dan Akhir Bagimu, Diantaranya Banyak Wajah Baru Itu, Atau Orang Dari Masa Lalumu

Akan ada saatnya kamu akan menemukan seseorang yang begitu spesial dari banyak yang datang kepadamu. Dia yang akan memberikan cinta yang sebenarnya, yang akan kamu tunggu selama ini.  Dia adalah yang paling baik dan terindah yang dipilihkan Tuhan sebagai pendamping hidupmu.
gah

Jangan Bilang Kagum, Jangan Bilang Suka, Kalau Akhirnya Justru Mencipta Lara

Perasaan kagum dan suka adalah hak setiap orang untuk diberikan pada siapa. Kita bisa tiba-tiba mencintai seseorang begitu saja. Bukan karena kelebihannya, tapi entah kenapa orang itu terlihat paling istimewa.



Tapi tunggu dulu, tak perlu buru-buru mengungkapkan rasa yang baru saja datang menyapa hati kita. Pikirkan dengan matang, pahami baaik-baik apa itu benar-benar cinta atau rasa sesaat saja yang datang untuk menghilang.

Kenapa sih harus tergesa bilang kagum dan suka?

Cinta akan tetap ada di hati meski tak terungkapkan, lalu kenapa harus tergesa mengucapkannya? Jika itu benar cinta, melihat senyumnya saja sudah terasa bahagia. Lalu kenapa harus merusak senyum cerianya untuk sebuah perasaan yang kita sendiri belum jelas mengartikannya?

Tunggulah sebentar saja agar tak ada hati yang terluka saat salah mengartikannya

Ketika kita telah mengungkapkan perasaan pada seseorang, memang beban di hati akan berkurang. Dia telah tahu apa yang mengganjal dalam lubuk jiwa kita selama ini adalah sebuah rasa suka untuknya. Tapi, bukankah tak pernah ada yang sekadar mengungkapkan perasaan? Setiap kita biasanya akan meminta jawaban: adakah rasa yang sama di hatinya?

Ketika akhirnya dua hati saling bertautan, akan ada upaya selanjutnya untuk saling membahagiakan. Tapi bagaimana jika perasaan yang terburu-buru kita memaknainya tiba-tiba hilang begitu saja? Ternyata itu hanya suka sesaat semata. Rasa kagum itu terbang terbawa angin luar dan celakanya justru tergantikan pada sosok lainnya yang kita temui setelah hubungan itu ada.

Bagaimana kita akan menjelaskannya? Mengakhiri hubungan yang ada? Ada hati yang patah ketika kita telah salah mengambil langkah. Luka akan kecewanya tidak dapat disembuhkan oleh kata-kata.
Maaf pun tak kan cukup ketika telah menggoreskan lara, karenanya bijaklah dalam mengungkapkan rasa

Kita memang berhak mengungkapkan perasaan kepada orang yang kita sukai. Tapi sebelum mengungkapkannya alangkah baiknya kita berpikir berulang kali. Dapatkah kita mempertanggung jawabkan apa yang telah kita utarakan. Sungguh, menjatuhkan cinta itu lebih mudah daripada mempertahankan.

Orang bilang: cinta adalah sebuah rasa yang kita tidak tahu, tak bisa memilih, akan kita jatuhkan pada siapa. Lalu jika setiap cinta yang kita rasa diutarakan, akan berapa banyak hati yang harus terpatahkan?

Mungkin itulah kenapa perasaan cinta ditiupkan pada hati yang telah dewasa. Ketika kita telah sanggup untuk mengutarakan, kita pun harus siap untuk mempertanggungjawabkannya. Ada hati yang telah kita beri janji meski kita hanya mengatakan mencintai. Kalaupun kita sudah mewaspadai untuk tak memberi harap berlebihan, tapi perasaan yang telah diungkapkan membuatnya tak kuasa untuk membayangkan masa depan. Harapan akan tumbuh tanpa diminta pada jiwa yang telah berbagi rasa.

Lebih baik jangan mencoba mendekati hati, jika tak ada niat untuk selamanya mendampingi. Rasa kagum dan suka baiknya disimpan dalam dada, ketika belum sanggup untuk menghalalkannya.
gah